“kamu tau bintang ?”
“tau..”
“bintang ...cahaya nya sebagai penghias malam ...kehadiranya
menemani di saat kegelapan datang, dan itu kamu.”
“Berarti aku sama saja kayak lilin dong?”
“beda, lilin hanya bisa bertahan sampai berjam-jam.
Sedangkan bintang ? akan selamanya tetap ada ..begitu pula dengan kamu ...kamu
akan tetap ada... selamanya di hatiku”
“bintang ada nya cuman tiap malam doang, tapi siang
pagi sore nggak ada bintang”
“kamu salah .....dari setiap waktu yang ada , cuma
ada satu waktu yang paling ditunggu-tunggu .. yaitu malam .. kenapa malam ?
karena di malam itu lah setiap manusia bisa merasakan kedamaian dan kebahagiaan...
terlebih lagi ketika tampak sebuah bintang yang tersenyum malu di balik awan-awan
tipis yang menyelimuti malam.”
Rasanya
damai sekali ketika aku keluar dari kamar dan memandangi beberapa
bintang yang bertaburan di langit. Cahaya mereka seakan-akan paham dengan
suasana hati yang bergejolak didalam ragaku ini. Entah kenapa, setiap aku
memandangi bintang wajahmu tergambar jelas di atas sana. Bola mata yang indah,
lesung pipi yang menawan, dan yang paling aku suka adalah ketika kamu tersenyum
dan itu cukup membuat detak jantungku berdebar dengan keras.




