Kamu itu bagaikan bintang…
Tak tampak, namun pancaranya dapat menyinari …
Kegelapan sirna dikala senyumanmu merekah ….
Kamu itu bagaikan Rembulan,
Menemaniku di setiap mimpi yang aku rangkai ..
Sebuah mimpi tentang indahnya cinta kita berdua …
Namun terkadang aku merasa asing
Ketika sisi hitamku begitu Nampak pada layar kaca kehidupan nyata
Seolah-olah berkata bahwa kau dan aku bukan di takdirkan untuk bersatu
Karena kita memang tak satu …
Kembali aku terjatuh, ketika melihat cermin waktu yang telah menggambarkan
begitu jelas apa yang telah aku lalui bersamamu …
Kau begitu sempurna …
Kau begitu indah …
Dan kau bagaikan bidadari yang memberikan kedamaian…
Sedangkan aku,
Aku hanya sebongkah es yang lambat laun kian mencair ..
Terkikis oleh kenyataan ..
Aku dan kamu bagaikan dua kutub
Dua kutub yang tak akan pernah bertemu …
Dua kutub yang terpisah jarak dan waktu …
Aku sadar apa yang telah aku rangkai selama ini …
Aku sadar dimana letak kesalahanku ..
Kesalahanku untuk mencintaimu
Hingga pada akhirnya membuat hatimu terus menangis ..
Aku tak pantas …
Aku begitu hina ..
Dan aku ingin melihatmu bahagia ..
Bahagia tanpa aku disisimu ..
Disini aku yakin
Dapat melihatmu
Melihat engkau tersenyum
Walaupun aku tak bisa menyentuhmu lagi …..



