Sejauh apapun jarak yang memisahkan kita, kamu tetap berada 15 cm
dibawah bibirku yang selalu mengucap rindu untukmu.
Tak ada yang tahu,
bahwa kita akan terpisah oleh samudra yang membentang begitu luas… Bahkan,
semua terasa aneh dan begitu hambar ketika pertama kali aku memulai hidup
tanpamu disisiku.. Semua yang aku jalani, pasti selalu ada dirimu, entah itu
pada saat aku bekerja maupun pada saat aku nongkrong. Tapi ya sudahlah, ini
semua memang takdir kita bahwa kita harus berpisah satu sama lain. Tetapi
asalkan kamu tahu, kamu tetap berada 15
cm dibawah bibirku yang selalu mengucap rindu untukmu.
Aku sudah lama sekali menjomblo selama 4 bulan, setelah aku
putus dari seorang wanita yang menorehkan luka paling dalam di hati. Sejak saat
itu, aku sulit sekali untuk percaya dengan seorang wanita bahkan untuk memulai
perkenalan saja aku sudah tidak tertarik.
Hari-hari yang aku lalui begitu terasa sangat biasa, banyak
sekali waktu yang aku luangkan untuk sekedar nongkrong sama temen hingga
bermalas-malasan dirumah. Tak ada pekerjaan yang mengasikan selain itu, dan
begitu sangat membosankan…
Hingga pada suatu hari, aku berjumpa denganmu.. Perjumpaan
yang awalnya begitu biasa saja . Aku
masih ingat betul ( mungkin kamu sekarang sudah lupa ) waktu itu kamu lagi di
SMP 2 bersama dengan teman-temanmu dan aku sendiri kebetulan lagi main disitu
sama beberapa teman. Nah, sejak itu aku sudah mengenalmu ya walaupun dari awal
kita tidak berkenalan secara langsung.
Selang beberapa hari kemudian , aku pun tahu bahwa
kamu telah ada yang punya. Dan kekasihmu ternyata temanku sendiri. Ya mau
bagaimana lagi, kamu udah punya pacar dan aku pun hanya bisa memperhatikanmu
dari kejauhan. Tetapi anehnya, aku merasa penasaran dan malah tertantang untuk
lebih mengenal tentang sosok dirimu.
Perjumpaan kita selanjutnya pada saat ada acara di SMA
Negeri 6, aku sama teman-teman berskating di sana sambil menikmati alunan musik
yang menggelegar , nah tiba-tiba pas aku mau ke panggung untuk lihat band yang perform selanjutnya..
ditengah jalan aku bertemu sama kamu . Entah itu cuma kebetulan atau memang
sudah terencena ( maybe ), sempat sih kita berbincang-bincang sejenak dan kamu
pun berlalu begitu saja.
Ke esokan harinya dan ini aku masih ingat betul entah siapa
yang memulai, kita berdua chatingan lewat facebook. Ngobrol ngalor ngidul kagak
jelas, terus akhir-akhirnya kita bertukaran nomer handphone. Sejak saat itulah
kita mulai smsan hingga pada akhirnya kita semakin dekat.
Selang beberapa minggu kemudian, ternyata kamu sudah putus
sama temanku, Itupun aku tahunya dari pacarnya temenku yang kebetulan satu
sekolah dan dekat sama kamu. Seketika itu juga, hatiku kayak habis tersiram air
es terasa maknyes banget.
Aku waktu itu kerja di sebuah warnet depan hotel Bagelen (
sekarang sudah tutup ), dan kebetulan juga aku sama temenmu itu deket. Nah,
entah dapat ide dari mana aku sms dia nyuruh bawa kamu ke warnet. Dan beberapa
menit kemudian, kamu udah muncul di depanku, asalkan kamu tahu waktu itu aku
bener-bener gugup kayak orang bego, bingung mau ngomong apa. Ya akhirnya aku
Cuma bisa prengas prenges sambil melihatmu. Sempat sih, aku konsultasi sama
temenmu itu ngebahas kapan enaknya aku mengungkapkan perasaanku ini.Tapi
setelah aku piker-pikir, ini semua masih begitu cepat dan masih butuh proses
waktu yang benar-benar matang. Ternyata Itu perjumpaan kita yang terakhir,
selang beberapa minggu kemudian aku pindah ke Bandung.
Awal waktu di Bandung, kita masih sering SMSan, masih sering
becandaan, dan nggak tahu kenapa kita tiba-tiba udah nggak kontak-kontakan
lagi. Aku pun juga udah tahu, kalau ternyata kamu balikan lagi sama temanku
itu. Sejak itulah, aku udah benar-benar gak tahu harus gimana. Pikirku, ya
sudahlah mungkin ini belum waktunya. Beberapa hari kemudian, aku deket sama
seorang cewek. Aku sama dia kenal dari situs jejaring social facebook. Ya cuma
sekedar kenal dan dekat saja, tanpa ada perasaan apa-apa diantara aku dan dia
walaupun statusnya berpacaran tapi aku Cuma menganggap sebagai sebuah hiburan
karena sebenarnya orang yang aku suka bukan dia, tapi kamu…
Sebulan sudah aku di Bandung, dan aku memutuskan untuk
kembali ke Purworejo. Hari pertama di purworejo, aku seperti biasa bermain di
SMP 2, tetapi kali ini aku masih sama dia dan dia datang untuk menemuiku. Ya
walaupun, disana juga ada kamu dan teman-temanmu . Aku sama dia jadian Cuma 1
bulan, itupun putus karena ada salah paham antara dia dan teman-temanmu dan di
dukung lagi sama perasaanku yang benar-benar nggak cinta sama dia.
Nggak ada angin, nggak ada hujan tiba-tiba kita dekat lagi.
Aku juga bingung dan bahkan sampai saat ini nggak tahu siapa yang memulai semua
ini dan intinya kita kayak dulu lagi, sering smsan, becandaan, dan lain
sebagainya…
Nah, kalau ini hubunganku sama kamu stabil bahkan ada
peningkatan. Kita jadi sering ketemu, sering ketawa bareng, dan sering bantuin
ngerjain tugasmu ( hayoo, masih ingat nggak ? :p ).
Setelah aku piker-pikir, ternyata sejak pertama kali kita
kenal sampai saat itu udah berjalan selama kurang lebih 4 bulan. Dan ini
pertama kalinya aku PDKT sama cewek sampai berbulan-bulan, sebelumnya sih Cuma
1 bulan PDKT aku udah berani menyatakan perasaan. Tapi entah kenapa, kali ini
benar-benar berbeda. Aku sering merasa gugup, gemetar, dag dig dug, saat
bertemu dan menatap matamu. Mungkin itu cinta yang sebenarnya kali ya, ah
entahlah aku pun juga gak tau.
Setelah aku pertimbangkan dengan matang, dan dari pendapat
sahabatku ( Gibyok ) akhirnya malam minggu pada tanggal 21 Agustus 2011 aku
memutuskan untuk menyatakan perasaanku ke kamu. Itupun awalnya aku juga
bingung, karena waktu itu jam udah menunjukan pukul 21.00 dan pastinya kamu
nggak boleh keluar rumah. Ya walaupun sebelumnya aku ingin ke rumahmu, eh kamu
nya malah nggak ngebolehin. Aku bingung harus gimana, dan akhirnya si Gibyok
ngasih saran ke aku untuk menyatakan perasaan lewat Telepon saja. Cilakanya,
pulsaku limit dan dengan baik hati si GIbyok minjemin hapenya buat telepon
kamu, pas dia ngasihin hapenya ke aku ternyata posisi udah nyambung ke telepon
kamu. Mampus deh pikirku! Aku harus gimana coba, dengan menarik nafas dalam
dalam akhirnya aku mulai berbicara. Aku bicara dengan gugup banget,
terbata-bata, dan kayak orang gagu gitu deh.. Aku tau, pasti waktu itu kamu
mikirnya kalau aku ini sedang gila, dan kenyataanya memang aku gila! Gila
karena mencintaimu *eaaaaaak*… Dengan menarik nafas dalam-dalam akhirnya aku
menyatakan cinta ke kamu
“ eh, ehmm… aku tresno karo kowe….”
“ apa? Kamu bilang apa? Bisa di ulangin lagi? “
“ iya, aku tresno
karo kowe…. “
Nah kamu tahu? Setelah aku bilang itu, perasaan dalam hatiku
jadi terasa plooong banget. Sejak saat itulah kita berdua resmi jadian
Hari-hariku kemudian terasa sangat menyenangkan… Selalu ada
dirimu disisiku, begitu damai, tenang, dan nyaman.. Perasaan yang telah lama
aku inginkan, dapat dicintai oleh wanita yang benar-benar mencintaiku
setulusnya dan itu adalah kamu. Sosok bidadari yang turun dari langit dan
membangunkanku dari mimpi buruk yang selama ini selalu bersamaku.
Wanita yang sederhana, murah senyum, baik, tulus, dapat
bergaul dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.. itulah kamu… Anugerah
terindah yang tak ternilai harganya..
Bahkan sebelumnya aku tak pernah bermimpi bisa bertemu
dengan sesosok bidadari cantik sepertimu, ya memang karena aku tak pantas untuk
dicintai dengan faktor diriku yang seperti ini, jauh dari kata sempurna dan
jauh dari kata pria idaman wanita.
Setiap aku terlelap dalam mimpi, dan ke esokan harinya aku
terbangun pasti pesan sms pertama di hapeku adalah dari kamu. Membangunkanku,
memberikan semangat dalam hidupku..
Tak terasa, sudah 4 Bulan kita menjalin hubungan jarak jauh
dan menjalin hubungan selama 8 bulan. Waktu yang begitu singkat, dan memiliki
banyak kenangan yang sudah kita ciptakan tiap harinya..
Aku masih ingat betul, saat sebelum kita pergi ke Jogja..
Dirumahmu, aku sempat meneteskan air mata sambil berkata “ 2 Minggu kita nggak
ketemu saja udah kayak 1 abad, apalagi besok sampai berbulan-bulan? “ dan
memang itu kenyataanya, aku begitu merindukanmu… sehari tak bertemu saja,
terasa ada yang kurang dalam hidupku.. dan kini memang kita harus menjalani
semuanya… menjalin cinta di atas sebuah benang … dan aku yakin, kita berdua
pasti bisa berjalan bersama diatasnya.. meski kita tahu, bahwa seutas benang
begitu rapuh…
Dan aku selalu berharap, bahwa hubungan ini tidak hanya
sebatas sebuah hubungan seperti anak labil lainya, aku ingin sekali hubungan
ini benar-benar serius.. karena apa ? karena aku udah lelah dengan hubungan
yang pada akhirnya kandas begitu saja di terpa angin…
Kamu juga masih ingat kan ? selama kita terpisah, ada sebuah
satelit yang tertanam di kepala kita masing-masing.. dan satelit itulah yang
memantau kita berdua selama kita terpisah jarak dan waktu.. Dan kamu masih
ingat juga kan, janji kita di Kereta Prameks? Janji kupu-kupu J Janji akan selalu
mencintai satu sama lainya, meski jarak memisahkan kita, dan kita berjanji akan
bertemu kembali J
Itu semua yang menguatkan kita, dan kita yakin pasti bisa
melaluinya bersama….
·
I love you my papua (˘⌣˘)ε˘`) ♥
·
I love you Indraningtyas Puspita ( ◦˘ з(◦'ںˉ◦)~♡
Banjarmasin, 31 April 2012
00.00 WITA
@super_idiiot





keren kaks :) lanjutkan :)
BalasHapus