Janji Kupu-kupu :)




 
Sejauh apapun jarak yang memisahkan kita, kamu tetap berada 15 cm dibawah bibirku yang selalu mengucap rindu untukmu.  

Tak ada yang tahu, bahwa kita akan terpisah oleh samudra yang membentang begitu luas… Bahkan, semua terasa aneh dan begitu hambar ketika pertama kali aku memulai hidup tanpamu disisiku.. Semua yang aku jalani, pasti selalu ada dirimu, entah itu pada saat aku bekerja maupun pada saat aku nongkrong. Tapi ya sudahlah, ini semua memang takdir kita bahwa kita harus berpisah satu sama lain. Tetapi asalkan kamu tahu, kamu tetap berada 15 cm dibawah bibirku yang selalu mengucap rindu untukmu. 

Aku sudah lama sekali menjomblo selama 4 bulan, setelah aku putus dari seorang wanita yang menorehkan luka paling dalam di hati. Sejak saat itu, aku sulit sekali untuk percaya dengan seorang wanita bahkan untuk memulai perkenalan saja aku sudah tidak tertarik.
Hari-hari yang aku lalui begitu terasa sangat biasa, banyak sekali waktu yang aku luangkan untuk sekedar nongkrong sama temen hingga bermalas-malasan dirumah. Tak ada pekerjaan yang mengasikan selain itu, dan begitu sangat membosankan…
Hingga pada suatu hari, aku berjumpa denganmu.. Perjumpaan yang awalnya begitu biasa saja . Aku masih ingat betul ( mungkin kamu sekarang sudah lupa ) waktu itu kamu lagi di SMP 2 bersama dengan teman-temanmu dan aku sendiri kebetulan lagi main disitu sama beberapa teman. Nah, sejak itu aku sudah mengenalmu ya walaupun dari awal kita tidak berkenalan secara langsung.
Selang beberapa hari kemudian , aku pun tahu bahwa kamu telah ada yang punya. Dan kekasihmu ternyata temanku sendiri. Ya mau bagaimana lagi, kamu udah punya pacar dan aku pun hanya bisa memperhatikanmu dari kejauhan. Tetapi anehnya, aku merasa penasaran dan malah tertantang untuk lebih mengenal tentang sosok dirimu.
Perjumpaan kita selanjutnya pada saat ada acara di SMA Negeri 6, aku sama teman-teman berskating di sana sambil menikmati alunan musik yang menggelegar , nah tiba-tiba pas aku mau ke panggung  untuk lihat band yang perform selanjutnya.. ditengah jalan aku bertemu sama kamu . Entah itu cuma kebetulan atau memang sudah terencena ( maybe ), sempat sih kita berbincang-bincang sejenak dan kamu pun berlalu begitu saja.
Ke esokan harinya dan ini aku masih ingat betul entah siapa yang memulai, kita berdua chatingan lewat facebook. Ngobrol ngalor ngidul kagak jelas, terus akhir-akhirnya kita bertukaran nomer handphone. Sejak saat itulah kita mulai smsan hingga pada akhirnya kita semakin dekat.
Selang beberapa minggu kemudian, ternyata kamu sudah putus sama temanku, Itupun aku tahunya dari pacarnya temenku yang kebetulan satu sekolah dan dekat sama kamu. Seketika itu juga, hatiku kayak habis tersiram air es terasa maknyes banget.
Aku waktu itu kerja di sebuah warnet depan hotel Bagelen ( sekarang sudah tutup ), dan kebetulan juga aku sama temenmu itu deket. Nah, entah dapat ide dari mana aku sms dia nyuruh bawa kamu ke warnet. Dan beberapa menit kemudian, kamu udah muncul di depanku, asalkan kamu tahu waktu itu aku bener-bener gugup kayak orang bego, bingung mau ngomong apa. Ya akhirnya aku Cuma bisa prengas prenges sambil melihatmu. Sempat sih, aku konsultasi sama temenmu itu ngebahas kapan enaknya aku mengungkapkan perasaanku ini.Tapi setelah aku piker-pikir, ini semua masih begitu cepat dan masih butuh proses waktu yang benar-benar matang. Ternyata Itu perjumpaan kita yang terakhir, selang beberapa minggu kemudian aku pindah ke Bandung.
Awal waktu di Bandung, kita masih sering SMSan, masih sering becandaan, dan nggak tahu kenapa kita tiba-tiba udah nggak kontak-kontakan lagi. Aku pun juga udah tahu, kalau ternyata kamu balikan lagi sama temanku itu. Sejak itulah, aku udah benar-benar gak tahu harus gimana. Pikirku, ya sudahlah mungkin ini belum waktunya. Beberapa hari kemudian, aku deket sama seorang cewek. Aku sama dia kenal dari situs jejaring social facebook. Ya cuma sekedar kenal dan dekat saja, tanpa ada perasaan apa-apa diantara aku dan dia walaupun statusnya berpacaran tapi aku Cuma menganggap sebagai sebuah hiburan karena sebenarnya orang yang aku suka bukan dia, tapi kamu…
Sebulan sudah aku di Bandung, dan aku memutuskan untuk kembali ke Purworejo. Hari pertama di purworejo, aku seperti biasa bermain di SMP 2, tetapi kali ini aku masih sama dia dan dia datang untuk menemuiku. Ya walaupun, disana juga ada kamu dan teman-temanmu . Aku sama dia jadian Cuma 1 bulan, itupun putus karena ada salah paham antara dia dan teman-temanmu dan di dukung lagi sama perasaanku yang benar-benar nggak cinta sama dia.
Nggak ada angin, nggak ada hujan tiba-tiba kita dekat lagi. Aku juga bingung dan bahkan sampai saat ini nggak tahu siapa yang memulai semua ini dan intinya kita kayak dulu lagi, sering smsan, becandaan, dan lain sebagainya…
Nah, kalau ini hubunganku sama kamu stabil bahkan ada peningkatan. Kita jadi sering ketemu, sering ketawa bareng, dan sering bantuin ngerjain tugasmu ( hayoo, masih ingat nggak ? :p ).
Setelah aku piker-pikir, ternyata sejak pertama kali kita kenal sampai saat itu udah berjalan selama kurang lebih 4 bulan. Dan ini pertama kalinya aku PDKT sama cewek sampai berbulan-bulan, sebelumnya sih Cuma 1 bulan PDKT aku udah berani menyatakan perasaan. Tapi entah kenapa, kali ini benar-benar berbeda. Aku sering merasa gugup, gemetar, dag dig dug, saat bertemu dan menatap matamu. Mungkin itu cinta yang sebenarnya kali ya, ah entahlah aku pun juga gak tau.
Setelah aku pertimbangkan dengan matang, dan dari pendapat sahabatku ( Gibyok ) akhirnya malam minggu pada tanggal 21 Agustus 2011 aku memutuskan untuk menyatakan perasaanku ke kamu. Itupun awalnya aku juga bingung, karena waktu itu jam udah menunjukan pukul 21.00 dan pastinya kamu nggak boleh keluar rumah. Ya walaupun sebelumnya aku ingin ke rumahmu, eh kamu nya malah nggak ngebolehin. Aku bingung harus gimana, dan akhirnya si Gibyok ngasih saran ke aku untuk menyatakan perasaan lewat Telepon saja. Cilakanya, pulsaku limit dan dengan baik hati si GIbyok minjemin hapenya buat telepon kamu, pas dia ngasihin hapenya ke aku ternyata posisi udah nyambung ke telepon kamu. Mampus deh pikirku! Aku harus gimana coba, dengan menarik nafas dalam dalam akhirnya aku mulai berbicara. Aku bicara dengan gugup banget, terbata-bata, dan kayak orang gagu gitu deh.. Aku tau, pasti waktu itu kamu mikirnya kalau aku ini sedang gila, dan kenyataanya memang aku gila! Gila karena mencintaimu *eaaaaaak*… Dengan menarik nafas dalam-dalam akhirnya aku menyatakan cinta ke kamu

“ eh, ehmm… aku tresno karo kowe….”
“ apa? Kamu bilang apa? Bisa di ulangin lagi? “
  iya, aku tresno karo kowe…. “

Nah kamu tahu? Setelah aku bilang itu, perasaan dalam hatiku jadi terasa plooong banget. Sejak saat itulah kita berdua resmi jadian 
Hari-hariku kemudian terasa sangat menyenangkan… Selalu ada dirimu disisiku, begitu damai, tenang, dan nyaman.. Perasaan yang telah lama aku inginkan, dapat dicintai oleh wanita yang benar-benar mencintaiku setulusnya dan itu adalah kamu. Sosok bidadari yang turun dari langit dan membangunkanku dari mimpi buruk yang selama ini selalu bersamaku.
Wanita yang sederhana, murah senyum, baik, tulus, dapat bergaul dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitar.. itulah kamu… Anugerah terindah yang tak ternilai harganya..
Bahkan sebelumnya aku tak pernah bermimpi bisa bertemu dengan sesosok bidadari cantik sepertimu, ya memang karena aku tak pantas untuk dicintai dengan faktor diriku yang seperti ini, jauh dari kata sempurna dan jauh dari kata pria idaman wanita.
Setiap aku terlelap dalam mimpi, dan ke esokan harinya aku terbangun pasti pesan sms pertama di hapeku adalah dari kamu. Membangunkanku, memberikan semangat dalam hidupku..
Tak terasa, sudah 4 Bulan kita menjalin hubungan jarak jauh dan menjalin hubungan selama 8 bulan. Waktu yang begitu singkat, dan memiliki banyak kenangan yang sudah kita ciptakan tiap harinya..
Aku masih ingat betul, saat sebelum kita pergi ke Jogja.. Dirumahmu, aku sempat meneteskan air mata sambil berkata “ 2 Minggu kita nggak ketemu saja udah kayak 1 abad, apalagi besok sampai berbulan-bulan? “ dan memang itu kenyataanya, aku begitu merindukanmu… sehari tak bertemu saja, terasa ada yang kurang dalam hidupku.. dan kini memang kita harus menjalani semuanya… menjalin cinta di atas sebuah benang … dan aku yakin, kita berdua pasti bisa berjalan bersama diatasnya.. meski kita tahu, bahwa seutas benang begitu rapuh…
Dan aku selalu berharap, bahwa hubungan ini tidak hanya sebatas sebuah hubungan seperti anak labil lainya, aku ingin sekali hubungan ini benar-benar serius.. karena apa ? karena aku udah lelah dengan hubungan yang pada akhirnya kandas begitu saja di terpa angin…
Kamu juga masih ingat kan ? selama kita terpisah, ada sebuah satelit yang tertanam di kepala kita masing-masing.. dan satelit itulah yang memantau kita berdua selama kita terpisah jarak dan waktu.. Dan kamu masih ingat juga kan, janji kita di Kereta Prameks? Janji kupu-kupu J Janji akan selalu mencintai satu sama lainya, meski jarak memisahkan kita, dan kita berjanji akan bertemu kembali J
Itu semua yang menguatkan kita, dan kita yakin pasti bisa melaluinya bersama….

·          I love you my papua (˘˘)ε˘`)
·          I love you Indraningtyas Puspita ( ◦˘ з(◦'ںˉ◦)~♡


Banjarmasin, 31 April 2012
00.00 WITA
@super_idiiot

Posted in . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

One Response to Janji Kupu-kupu :)

Search

Copyright (c) 2011 Asisteneptunus .