Bapak Tua

Kepalaku menengadah langit
Mencari sesosok Tuhan
Merapal setiap bait Doa
Memecah keheningan malam
Adakah kedamaian tersisa?

Sayup sayup dingin mencakar suasana
Dinding kamar semakin menghimpit raga
Bahkan jiwa telah pergi entah kemana
Tersungkur, bersimbah air mata

Desakan hati tanpa nurani terlihat
Pada sosok pria berkulit hitam
Kedua tanganya mengepal hebat
Siap mencabik dan menghujam!

Lihatlah!
Bapak tua renta itu!
Selembar pakaian lusuh, lengkap dengan wajah memikul penderitaan
Terseok-seok menapaki jalan kehidupan
Apakah kau tega melihatnya menderita?

Setidaknya hatiku masih melekat
Bukan sepertimu, jiwa dan raga terpisah
Bahkan nurani enggan singgah di pelataranmu
Sungguh, keserakahan telah membutakan!
Dan duniawi menenggelamkan kasih
Demi nafsu yang tak akan bertepi

Posted in . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Search

Copyright (c) 2011 Asisteneptunus .