Banjarmasin, 12 Februari 2013
Meretas rindu pada asa
bagaikan nyawa tak bertuan
bergelandutan pada tiap sisi tiang kehidupan
mencari sisa-sisa nafas yang pergi entah kemana
Tutur katamu begitu sederhana
sapaanmu diam namun menghanyutkan
membawa larut serta dalam imajinasimu
mengikuti segala arah yang tertanam di jiwa
Langit itu masih nampak menguning
di sudut kota yang tak berpenghuni
Mungkin saja riuh angin telah membawa lari pemiliknya
namun tidak dengan ku
Kaki ini masih tertancap di sebidang tanah bernisan
Masih kau ingat kejadian dua puluh tujuh april?
seorang wanita separuh baya terbujur kaku
pada sebuah dipan beralaskan kedinginan
apakah kamu mengenalnya?
itu adalah ibu ku...
seluruh nafasnya telah terangkat
bersama mimpi dan kenangan
setidaknya saat ini langit masih berkabung
bahkan gejolak batin masih terasa
Kini ia telah bersatu dengan rerumputan
Terurai pada waktu yang pernah ada
Mungkin ia tak kan kembali
Bahkan ingin aku menyusulnya sekarang....
Meretas rindu pada asa
bagaikan nyawa tak bertuan
bergelandutan pada tiap sisi tiang kehidupan
mencari sisa-sisa nafas yang pergi entah kemana
Tutur katamu begitu sederhana
sapaanmu diam namun menghanyutkan
membawa larut serta dalam imajinasimu
mengikuti segala arah yang tertanam di jiwa
Langit itu masih nampak menguning
di sudut kota yang tak berpenghuni
Mungkin saja riuh angin telah membawa lari pemiliknya
namun tidak dengan ku
Kaki ini masih tertancap di sebidang tanah bernisan
Masih kau ingat kejadian dua puluh tujuh april?
seorang wanita separuh baya terbujur kaku
pada sebuah dipan beralaskan kedinginan
apakah kamu mengenalnya?
itu adalah ibu ku...
seluruh nafasnya telah terangkat
bersama mimpi dan kenangan
setidaknya saat ini langit masih berkabung
bahkan gejolak batin masih terasa
Kini ia telah bersatu dengan rerumputan
Terurai pada waktu yang pernah ada
Mungkin ia tak kan kembali
Bahkan ingin aku menyusulnya sekarang....



