Rindu

“kemanakah cinta akan membawa kita pergi? ke sebuah pelaminan? atau ke tempat yg akan menjadi kenangan dalam hidup?”

 Tak terasa kerinduan ini semakin membunuhku secara perlahan, seakan-akan jiwaku terkurung oleh segumpal waktu yang lambat namun pasti semakin mendesaku pada sudut kehidupan. Entah sampai kapan aku harus menahan ini semua, ketika aku tak dapat lagi menggenggam kedua tanganmu dan melihat senyum terbaikmu.
Aku dan kamu mempunyai sebuah mimpi yang sama, yaitu dapat menyatukan aku dan kamu menjadi kita tapi akankah mungkin ? Ketika keterbatasan menjadi penghalang, ketika perbedaan mencoba untuk menghentikan impian, dan ketika waktu masih enggan untuk memberi kepastian. Telah lama aku dan kamu merajut cinta pada selembar kain kenangan, berusaha membuatnya menjadi sepasang pakaian yang akan kita kenakan dalam sebuah acara penting yang disaksikan oleh berpuluh-puluh pasang bola mata dan tentunya disaksikan oleh Tuhan. Tapi apakah dapat terwujud ? atau hanya menjadi sebuah kain usang yang akan di pajang dalam bingkai yang bernama masa lalu ?
Aku tak ingin terlalu lama terjebak dalam kerinduan ini, ingin rasanya membunuh waktu yang telah mengurungku begitu lama. Dan aku tersadar, bahwa ini adalah takdir kita. Takdir yang harus memisahkan kita pada jarak yang teramat jauh bahkan begitu jauh hingga aku tak dapat menggapaimu.
Aku selalu yakin, ketika tak ada lagi kesempatan buat bertemu denganmu Tuhan selalu merancang sebuah pertemuan yang nantinya dapat mempersatukan kita lagi seperti dulu. Karna aku percaya, bahwa Tuhan itu baik dan jika Tuhan tak mengijinkan kita untuk bersatu pasti di kehidupan yang akan datang kita akan dipersatukan J
“Tuhan, tolong sampaikan rinduku padanya… Sampaikan juga kepadanya bahwa aku sangat mencintainya, cinta yang selalu bersemi di pagi hari dan cinta yang selalu menerangi dalam kegelapan. Tuhan, aku begitu menyayanginya seperti aku menyayangi kedua orangtuaku dan semua saudara-saudaraku dan hanya dia yang aku rindkukan. Tuhan, ajarkan aku untuk menahan kerinduan ini..biarkan rindu ini bertumbuh serta berakar dalam hatiku agar ketika saatnya tiba dapat menghasilkan buah yang bernama kesetiaan. Tuhan, jagalah dia dan temenani dia disaat kesepian datang menyapanya. Tuhan, tunjukanlah padaku bahwa cinta tak memandang apapun bahkan perbedaan yang kita miliki. Tuhan… biarkanlah mimpi yang kita rajut mengalir dalam alunan merdu rencanaMu dan biarkanlah kami menikmati setiap kenangan yang kita ukir karna kenangan yang akan menjadikan aku dan dia abadi ketika waktu memakan usia kita. Amin….”
From Your love
Dhamar.

Posted in . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Search

Copyright (c) 2011 Asisteneptunus .