Untuk sebuah kehidupan cinta yang sedang kita jalani saat ini, nggak pernah lepas dari yang namanya pertengkaran dan perselisihan. Entah itu besar maupun kecil seperti semut tetap namanya pertengkaran. Satu hal lagi, kalau kita sedang bertengkar dengan cewek kita, pasti dia bakalan ngambek se ngambek-ngambeknya. Kalau kita sms, pasti dia bakalan bales singkat dengan isi sms “HEM”. Merupakan kata khas bagi seorang wanita yang sedang ngambek. Terus, kalau dia udah bales sms kayak gitu, pasti kita sebagai seorang cowok ngerasain males. Males untuk bales sms. Ya sms kayak gitu mau dibales kayak gimana coba ? Nah pusingnya lagi, pas kita udah nggak bales sms pasti cewek kita bakalan nanyain “ Kenapa kamu nggak bales sms aku sih? Kamu nggak pernah ngertiin perasaanku dan bla bla bla bla “ Kalau udah kayak gitu, kita mau ngapain coba ? bingung bukan kepalang kan ? Pasti yang kita lakuin coba bisa diem dan mantengin televise.
Wanita itu ibarat sebuah kado. Nggak akan pernah tau isinya sebelum kita buka kado itu. Bahkan aku terkadang bingung, sebenarnya benar gak sih wanita itu harus di mengerti dan lain sebagainya ? harus di perhatiin setiap detik setiap menit dan setiap jam ? harus di sms in terus, harus di apelin terus, dan tetek bengek ? jujur ya, kita sebagai cowok pasti mempunyai kegiatan yang banyak. Entah itu main bareng sama temen, main game, ngejalanin hobby kita, atau bahkan tidur siang. Kalau sudah sibuk dengan kegiatan kita, otomatis cewek kita bakalan di cuekin ya walaupun nggak ada niat untuk nyuekin sih. Ya itu terjadi secara spontan. Jengkelnya lagi, pas di tengah-tengah kegiatan yang sedang kita lakuin, sang cewek sms kita dan marah-marah ke kita. “kamu lagi apa sih? Kok seharian ini gak sms aku? Apa jangan-jangan kamu lagi pergi sama cewek lain? Bla bla bla bla .. “ kalau udah kayak gitu, pasti dongkol banget kan rasanya! Coba deh dipikirin, kalau kita nggak sms cewek kita, apakah dia akan mati? Ya setidaknya apakah dia bakalan kehilangan kita? [ kalau kita sebagai cowok nggak main serong ] pastinya nggak bakalan lah sampai segitunya. Yang ada dalam benak kita, apakah kita harus melakukan ritualitas seperti itu kepada cewek kita? Dan dimana letak kebebasan hidup kita sebagai seorang cowok? Dimana!! Hidup ini bebas, bebas mau melakukan apa yang kita inginkan. Seharusnya mereka sebagai cewek kita mengerti apa yang kita inginkan. Harusnya mengerti, saat-saat kita harus bareng sama dia, dan saat-saat kita harus jalanin aktivitas kita masing-masing. Nggak semuanya harus sama dan bareng-bareng. Butek nih kepala!!
Sampai detik ini terkadang kita juga bingung dengan sikap cewek yang boleh dibilang sok jaim! Salah satu sifat yang dimiliki dan pasti ada dalam setiap cewek. Begini contohnya.. kalau kita sedang berantem sama cewek, pasti si cewek bakalan ngusir kita dari rumahnya “ sana kamu pulang aja! Aku nggak mau ngelihat mukamu! “ [ dengan tampang yang udah mirip banget sama babi. Hidungnya besar, dan matanya melotot ] nah otomatis kita bakalan pergi kan? Nggak mungkin kita bakalan ada disitu terus. Nah, giliran kita udah pergi dan sampai rumah, eh tuh cewek malah sms kita “ kenapa sih kamu tadi pulang? Kamu nggak tau, aku tuh lagi marah. Seharusnya kamu nggak pulang! “ [ Jleebb! ] hah? Seketika itu juga kita bengong, pasang muka bego. Dan berpikir, perasaan tadi dia nyuruh kita pulang? Dan kenapa pas kita udah sampe rumah dia malah sms kayak gitu? Yang salah tuh kita apa ceweknya? Nah.. sifat itu yang sama sekali membuat kita bertanya-tanya.
Kalau ngomongin cewek itu nggak bakalan ada habisnya. Karena apa? Mungkin pada dasarnya cewek itu dilahirkan untuk hal yang ribet dan benar-benar ribet. Salah satunya soal mandi. Memang mandi merupakan salah satu kebutuhan yang benar-benar kita butuhkan. Kalau nggak mandi, pasti kita bakalan ngerasain yang namanya gatel-gatel dan ditambah lagi bau mulut kita yang kayak naga. Tapi kenapa ya, cewek kalau mandi pasti lama banget. Pada dasarnya yang namanya mandi ya cuma nyabunin sabun ke semua badan, terus keramas [ kalau sudah waktunya ], cuci muka, dan gosok gigi. Habis itu ya dibilas dengan air tentunya. Cuma itu doang kan? Tapi kenapa hal itu semua di lakuin sama cewek sampai berjam-jam lamanya ? emangnya nyabunin badan itu bisa sampai lama ya ? nggak kebayang deh kalau lama. Pasti semua badan kita bakalan penuh sabun. Kalau begitu pertanyaan kita adalah, apa yang dilakukan seorang cewek ketika dia sedang mandi sehingga waktu yang di perlukan lama? Hem.. yang tahu ya cuma cewek itu. Nggak mungkin kita sebagai kaum cowok bakalan tau, kecuali kalau kita ikut mandi sama dia. Nah, mungkin boleh-boleh aja mandinya lama. Soalnya bakalan ada tambahan kegiatan [ pasti kalian tau apa yang aku maksut ].
Oya .. suatu hari aku pernah ngalamin kejadian yang benar-benar membuat aku tuh bingung tujuh keliling. Kejadian yang boleh dibilang aneh. Salah satu teman aku itu nangis cuma gara-gara mantengin video salah satu artis girl’s band luar negeri. Nggak tau kenapa, dia itu nangis kayak gitu. Padahal kalau di piker-pikir cuma sebuah video dan artis yang dia kagumin itu nggak kenal sama sekali sama dia. Kenapa dia sampe nangis kayak kehilangan barang yang dia sayangi? Buset deh.. berlebihan banget. Sampe segitu fanatikah dia sama artis pujaanya? Nggak nyangka. Dalam batik aku sih cuma ketawa ngakaaaaak. Ya emang sih, aku tau perasaan cewek itu sensitive banget. Sedikit-dikit nangis dan nangis. Apalagi kalau sedang putus cinta, pasti kerjaanya tuh cuma bisa nangis. Nggak ada kerjaan selain nangis. Apa air mata seorang cewek itu banyak banget yak ? ah .. kagak peduli …
Hidup ini emang ruwet, dan banyak lika-likunya. Ibarat sebuah jalan, pasti hidup itu berbelok-belok, dan gak selalu lurus terus. Kalau jalan lurus terus, ya kagak asik kan? Nah itulah hidup. Kita juga pernah berpikir kan, bagaimana kehidupan kita selanjutnya? Kehidupan yang bakalan kita jalanin dan harus di jalanin. Untuk hari ini aja, kita nggak tau apa yang kita lakuin beberapa jam kemudian. Kehidupan memang nggak ada satu orang pun yang tau, kalau misalnya tau ya itu pastinya cuma Tuhan saja. Bahkan para malaikatNya pun nggak tau bagaimana akhir dari kehidupan kita. Kita lahir dari rahim seorang ibu dan dikandung selama 9 bulan lamanya. Kelahiran kita itu sungguh ajaib, coba deh bayangin. Kita bisa jadi kayak seperti sekarang berawal dari bertemunya sel seperma jantan dan betina. Cuma sebuah cairan, bisa membentuk kita seperti ini. Sungguh luar biasa bukan ? dan satu hal lagi. Kalau nggak ada Ibu, kita nggak bakalan bisa lahir ke dunia ini. Ibu itu bagaikan seorang pahlawan. Kenapa di sebut pahlawan? Karena Ibu mengandung kita penuh dengan kesabaran dan melahirkan kita dengan penuh kesakitan. Tetapi kenapa ada aja manusia yang menyia-nyiakan seorang ibu ketika dia udah besar dan sukses? Apa sih yang ada di dalam pikiran dia? Begitu hinakah seorang ibu di mata seorang anak yang sudah sukses dan berhasil mencapai apa yang di harapkan? Mereka nggak pernah namanya punya otak. [ kenapa aku bilang nggak punya otak, karena mereka nggak berpikir gimana perjuangan seorang ibu ], mereka merasa sudah nggak perlu lagi yang namanya seorang ibu. Apalagi pas ibu sudah mencapai usia tua, pasti mereka akan menganggap bahwa ibu itu sudah tidak lagi diperlukan dan tentunya akan di usingkan ke panti jompo. Tempat dimana berkumpulnya para pahlawan kehidupan yang dulunya pernah berjuang untuk melahirkan seorang anak dan putra penerus cita-citanya. Karena untuk saat ini, mereka sama sekali nggak perlu mereka. Gimana tidak, mereka sudah merasa bisa. Mereka sudah merasa nggak perlu lagi yang namanya di ajarkan berjalan, nggak perlu lagi yang namanya di ajarkan untuk makan, nggak perlu lagi ditemenin ke kamar mandi saat ingin pipis, dan nggak perlu lagi disuapin saat ingin makan. Sungguh ironis sekali. Dimana letak otak mereka ? apakah otak mereka sudah dipenuhi dengan hawa nafsu, apakah otak mereka sudah tidak dapat berfungsi lagi? Mereka baru akan merasakan gimana berartinya seorang ibu, ketika ibu telah pergi meninggalkanya. Seketika itu juga berjuta penyesalan datang kepada mereka. Menyesal telah menyia-nyiakan seorang ibu yang dulunya telah merawat dan membesarkan kita dengan penuh kasih sayang. Kasih sayang seorang ibu tak akan pernah ada habisnya. Ibarat sungai yang selalu mengairi kehidupan ini. Bahkan untuk perlakuan kita yang tak sebanding dengan apa yang dulu ibu lakukan kepada kita, ibu hanya bisa diam.. tetap diam seorang ibu mempunyai makna yang mendalam. Walaupun begitu, ibu selalu senantiasa mendoakan kita. Mendoakan agar kita menjadi lebih baik kedepanya. Oh pahlawan kehidupan kita, IBU…
Kadang ya aku tuh berpikir, gimana jadinya kalau kita nggak mempunyai uang? Karena pastinya semua kebutuhan kita di penuhi dengan uang. Mau beli ini, mau beli itu. Semuanya makek uang. Bahkan untuk buang air kecil pun, harus bayar dengan uang. Di jaman serba maju seperti ini, nggak akan pernah lepas dengan yang namanya uang. Kita bekerja pagi sampai malam demi uang. Kita menempuh pendidikan sampai bertahun-tahun juga demi uang. Semua waktu kita bahkan demi uang. Sampai-sampai kita lupa akan segalanya ya karena uang. Dalam pikiranku, apakah uang bisa memberikan kebahagiaan? Jawabanya NGGAK ! karena uang sama sekali tidak bisa membeli kebahagiaan! Coba lihat deh ke sana, ke tetangga kita yang kaya raya dan melimpah dengan uang. Apakah dengan kekayaan yang mereka miliki, mereka sudah merasakan yang namanya kebahagiaan? Aku jamin, TIDAK! Bagaimana tidak, mulai dari pagi sampai malam bekerja terus. Nggak ada sama sekali waktu yang dicurahkan untuk keluarganya, sedikit-dikit harus meeting, sedikit-dikit harus rapat, dan lain sebagainya. Mereka berdalih, apa yang mereka lakukan itu demi masa depan anak-anaknya. Masa depan yang menjanjikan dengan adanya uang yang melimpah pada kehidupan mereka. Padahal mereka gak tau gimana rasanya perasaan anak-anak dan istrinya. Perasaan kebahagiaan yang semu. Kenapa dibilang semu? Ya pasti kalian mengertilah .. sekarang bandingkan dengan tetangga kalian yang boleh dibilang ekonominya jauh dibawah orang-orang kaya.. orang tuanya hanya bekerja sebagai buruh serabutan, makan tidak tentu, dan terkadang untuk membeli pakaian sungguh amat sulit sekali. Tetapi, muka mereka selalu ceria. Nggak ada sama sekali penderitaan yang tertulis pada muka mereka. Mereka dengan keadaan seperti itu masih bisa tertawa bareng dengan orang tua mereka. Berkumpul bersama, dan bercerita berbagi apa yang mereka alami. Dengan keadaan seperti itu, berarti uang tidak terlalu penting dalam kehidupan kita. Buat apa kita menjadi kaya raya, kalau nanti ujung-ujungnya kita bakalan mati dan kembali kepadaNya? Buat apa kita menjadi kaya kalau kita selalu bertengkar dengan anggota keluarga kita? Buat apa kita menjadi kaya kalau kita selalu di hantui rasa takut kehilangan harta kita? Bukankah lebih baik kita menjadi orang sederhana dengan kebahagiaan yang selalu kita rasakan. Pikirkanlah dan resapilah.
# Dhamar Supper Idiiot



