Tuhan Berbicara Padaku [ Nyata ]

Aku kali ini akan bercerita tentang bagaimana aku telah menerima sebuah mukjizat yang kalian boleh percaya atau tidak. Mukjizat yang telah membantuku untuk memilih apa yang Tuhan bisikan padaku di malam itu, Malam yang begitu sunyi dan hanya ada suara-suara jangkrik dan tetesan hujan yang turun membasahi atap kehidupanku. 
Malam itu aku duduk menyendiri sambil mendengarkan sebuah musik dengan ditemani sebuah novel yang dipinjami oleh pacarku. Novel itu berjudul Negeri 5 Menara karya dari A.Fuadi. Suasana pada malam itu sungguh dingin karena hujan habis membasahi kota Purworejo. Cukup lama aku membaca novel itu, novel yang menjadi temanku sebelum aku beranjak beristirahat. 
Halaman demi halaman aku membacanya, hingga beberapa menit kemudian aku mendapatkan sesuatu yang mendorongku untuk bertanya tentang sekolah kepasturan dan mengenai pondok pesantren kepada ayahku. Memang sebelumnya pikiran itu sama sekali tidak terlintas dalam benaku, tetapi sesuatu itu mendorongku untuk berbicara dan menanyakan hal-hal yang sebelumnya aku tidak tertarik sama sekali. 
Sekolah pasturan atau biasanya di beri nama sekolah Seminari adalah sekolah dimana para muridnya benar-benar menyerahkan seluruh hidup dan tujuanya hanya untuk melayani Tuhan semata. Hanya orang-orang tertentu dan hanya orang yang dipanggil secara pribadi oleh Tuhan yang dapat mengambil keputusan untuk bersekolah disana. 
Mungkin panggilanNya telah menyadarkanku untuk lebih fokus terhadap Dia, pencipta alam semesta. Kehidupanku sebelumnya benar-benar jatuh ke dalam dosa. Dosa yang telah mengajakku untuk menjauh dariNya, dosa yang telah menjerumuskanku pada hawa nafsu duniawi, dan dosa yang telah menenggelamkanku pada kehidupan yang semu ini. 
Ke esokan harinya, di pagi nan cerah dan matahari yang tersenyum lebar menyambut udara yang segar, aku terbangun dari mimpiku. Oh ternyata matahari sudah menyingsing dan samar-samar pertanyaanku tentang sekolah seminari masih ada dibenaku. Aku ingat, bahwa aku mempunyai beberapa teman yang mungkin dapat aku tanyai tentang hal ini. Akhirnya aku mengambil hape yang tak jauh dari tempat dimana aku beristirahat semalam, mencari kontak temanku dan kemudian aku mengirimkan pesan kepadanya. Pesan yang isinya menanyakan tentang sekolah seminari dan lain sebagainya. 
Beberapa saat kemudian, hapeku berbunyi dan ternyata temanku itu membalas pesan singkat yang aku kirimkan. Dia memberi tahuku letak sekolah seminari tersebut, dan sekolah itu terletak di Martoyudan daerah Magelang. Tempat yang tak jauh dari Kota Purworejo. 
Aku juga tahu betul apa konsekuensi yang aku terima jika nantinya aku harus memutuskan masuk di sekolah itu. Konsekuensi yang benar-benar membuat hidupku berubah 360 derajat kedepan. Kehidupan yang benar-benar harus meninggalkan segala sesuatu yang berbau duniawi. Di lain pihak, aku bingung bagaimana nanti aku menjelaskan semua ini kepada teman-temanku dan terutama kepada pacarku yang berlainan keyakinan. Mungkin saja. dia akan shock dan mungkin dia tidak bisa menerima keputsanku ini. 
Apa yang aku alami sekarang telah aku share kan kepada sahabat-sahabatku. Aku menanyakan beberapa hal dan aku mencurahkan semua isi hatiku kepada mereka. Benar juga, mereka memberiku solusi yang sebelumnya telah terlintas dalam benaku. 
Malam harinya aku memuntuskan untuk kewarnet, tempat dimana aku bekerja sekarang. Disana aku browsing-browsing mencari tentang sekolah seminari. Dan akhirnya aku mendapatkan situs yang membawaku pada pendaftaran siswa baru. Ternyata setelah ku baca secara teliti, penerimaan siswa baru akan dimulai tahun depan tepatnya pada ajaran semeste baru. Ya, aku masih ada kesempatan untuk memikirkan hal ini dengan matang. Selain itu, aku juga membuka twitterku, dan di TL [ Time Line ] aku membaca beberapa twiit dari akun yang mengenai pembacaan isi Alkitab. Dan twiit itu benar-benar mengena tentang apa yang aku rasakan sekarang. Aku berpikir, apakah ini suatu kebetulan? atau memang Tuhan telah mengatur semuanya? Twiit demi twiit aku baca, dan seketika itu juga aku merasakan merinding yang maha dahsyat, dan seakan-akan air mata ini ingin tertumpah ketika membacanya. Sungguh suatu anugerah Tuhan yang begitu dahsyat. Aku hanya bisa berdoa dan berharap agar Tuhan memberikan yang terbaik buat kehidupanku dimasa yang akan datang. Walaupun saat ini aku telah melenceng jauh dari apa yang Tuhan kodratkan untukku. 


Dibawah ini merupakan screen shoot dari twiit yang dimaksut 


Posted in . Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Search

Copyright (c) 2011 Asisteneptunus .