Uang = Kebahagiaan ?

Di kehidupan yang kita jalani saat ini, tidak pernah lepas dari yang namanya " UANG ". Segala kebutuhan dan bahkan semua yang kita butuhkan selalu berkaitan erat dengan itu. Pernahkah anda berpikir, bahwa anda bisa hidup tanpa " UANG " ?
Pasti didalam benak kita semua, kita berpikir bahwasanya kita tidak bisa hidup tanpanya. Di jaman sekarang, jaman semua serba mahal dan kebutuhan sehari-hari melonjak tajam, " UANG " menjadi prioritas utama di kehidupan global saat ini. Semua penduduk belahan dunia berupaya dengan cara apapun agar mendapatkan " UANG ". Mereka tidak memikirkan resiko yang akan didapat, yang penting mendapatkanya.


Pernahkah anda berpikir, bahwa " UANG " bukan merupakan segalanya ?
Pernahkan anda berpikir, bahwa " UANG " dapat menjamin kebahagiaan yang nanti kita dapat ?
Pernahkah anda berpikir, bahwa dengan " UANG " kita dapat melakukan segalanya tanpa memikirkan perasaan orang lain ?

Iya .. sifat dasar manusia pada umumnya adalah EGOIS ! sifat yang tidak mungkin kita akan pungkiri. Kita berlomba-lomba dengan keras untuk mendapatkan UANG. Berbagai cara dihalalkan demi mendapatkan UANG. Kita tidak pernah memperdulikan apa yang akan terjadi nanti, yang ada dalam pikiran kita adalah " UANG dapat mengendalikan apa yang kita inginkan ". Pemikiran itulah yang memacu kita untuk terus melakukan apa saja demi mendapatkan apa yang kita inginkan melalui " UANG ".

Setelah usaha dan jerih payah yang kita lakukan, akhirnya " UANG " berada ditangan kita.
Kita dapat membeli apa saja yang kita inginkan ..
Mulai dari aksesoris, perhiasan, perlengkapan kehidupan. peralatan, dan lain sebagainya.
Tetapi, itu semua kita rasa belum cukup. Kita selalu saja menginginkan yang lebih [ Sifat ketidak puasaan manusia ].
Pada akhirnya, kita terdorong untuk ekstra keras dalam berupaya mendapatkan " UANG " demi mendapatkan apa yang lebih dari yang kita dapatkan saat ini.

Cobalah ...
anda lihat diluar sana ..
Lihatlah burung yang berkicau di pagi hari.
Lihatlah semua binatang yang beraktivitas setiap harinya.
" Apakah mereka mempunyai uang ? "
" Kenapa mereka masih saja bisa bertahan hidup tanpa uang ? "

Apakah kalian mengerti jawabanya ?

Mereka tanpa uang ..
Mereka tidak mengenal uang ..
Mereka buta akan uang ..

Tetapi mereka tetap saja masih dapat berkicau ..
Mereka tetap saja masih dapat berkembang biak ..
Mereka tetap saja masih dapat tumbuh ..
Mereka tetap saja masih dapat bercanda dan tertawa bersama teman-temanya ..

Jadi apa kesimpulanya ?

Sesungguhnya ...
Uang bukanlah hal "Utama". Uang memang sangat kita butuhkan , tetapi bukan berarti uang dapat menjamin kebahagiaan kita ... Bukan berarti juga uang dapat memenuhi apa saja yang kita inginkan ... Manusia terlalu egois untuk itu semua. Kita selalu berpikir, bahwa dengan uang kita dapat apa yang kita inginkan ...
Bahkan tidak jarang, moral dan harga diri dapat kita beli dengan uang.
Itukah tujuan dari kita mencari uang ?
Sesungguhnya, Tuhan telah tau apa saja yang kita butuhkan sehari-hari. Mulai dari sandang, pangan, papan, dan kebutuhan sekunder lainya. Tetapi sifat ambisi dan ketidak puasaan manusialah yang mendorong kita untuk mendapatkan yang lebih. Kita tidak pernah bersyukur atas apa yang telah kita dapat saat ini. Kita selalu menjadi manusia yang "serba belum cukup". Coba lihatlah mereka, kehidupan para jiwa yang hidup di bawah kolong jembatan. Coba kita berpikir sejenak, " Apa yang mereka butuhkan setiap harinya ?" Uang pun mereka tidak lebih dari cukup. Untuk makan sehari-hari saja dengan kondisi seperti itu tidak pernah dan tidak lebih dari untuk mengisi perut saja. Tetapi apa yang terjadi pada kenyataanya ? Mereka masih bisa bertahan hidup dengan kondisi seperti itu.
Masih dapat tertawa dan bercanda bersama keluarga. Masih bisa merasakan udara segar yang sama-sama kita hirup di pagi hari. Masih bisa merasakan dinginya malam. masih bisa merasakan panasnya terik matahari, dan masih bisa merasakan keindahan hidup ini.

Apakah kita tidak malu dengan mereka ?
Pasti, rasa malu kita telah tertutup oleh rasa ambisi dan ketidak puasaan kita akan " UANG "

Bersyukur.
Iya .. kita sering tidak bersyukur dengan apa yang telah kita peroleh, baik itu kecil maupun besar. Hanya dengan bersyukur, kita dapat merasakan sesungguhnya kenikmatan sejati yang diberikan oleh sang maha pencipta.
Cobalah ... mulai saat ini .. dan mulai detik ini ..
Kita belajar untuk bersyukur. Sekecil apapun ucapan syukur kita terhadapNya, niscaya dapat menjadikan berkah dikehidupan kita. Walaupun, kekurangan selalu menghantui kita.


# Dhamar Supper Idiiot

KEBAHAGIAAN TERGANTUNG PADA SIAPA DIRI ANDA
BUKAN PADA APA YANG ANDA MILIKI

Bookmark the permalink. RSS feed for this post.

Leave a Reply

Search

Copyright (c) 2011 Asisteneptunus .