Banjarbaru, 07 Maret 2013
Ratusan jiwa telah kau angkat
Bersama ribuan nafas tak bertuan
Derai air tak ada arti
Menepi pada sisi hati tersembunyi
bola mata mu nampak sayu
gelintir penderitaan terlukis di wajahmu
ragamu gontai menapaki kehidupan
dan seluruh pijakanmu gemetar
kemanakah cahaya yang pernah kau simpan?
nampaknya kau begitu kehilangan
ya aku kehilangan dia
saat terakhir di musim panas tak berdebu
tepian kota tempat berlabuh segala kenangan
seberapa jauh rindu telah menenggelamkanmu?
sejauh cakrawala membentang
sedalam lautan aksara yang tertulis
pada bait dan masa lalu ini
terungkap keniscayaan waktu
tutur katamu dan penjiwaanmu kosong
lantas untuk apa ku lanjutkan hidup?
jika bintang di langit tak lagi nampak
jika senyum indah telah berganti pucat pasi
bawalah aku sayang
bawa kembali ke masa itu
saat kita duduk bersama
menikmati kicauan burung camar
bernyanyi pada seutas dahan tak berdaun
di musim panas …
Ratusan jiwa telah kau angkat
Bersama ribuan nafas tak bertuan
Derai air tak ada arti
Menepi pada sisi hati tersembunyi
bola mata mu nampak sayu
gelintir penderitaan terlukis di wajahmu
ragamu gontai menapaki kehidupan
dan seluruh pijakanmu gemetar
kemanakah cahaya yang pernah kau simpan?
nampaknya kau begitu kehilangan
ya aku kehilangan dia
saat terakhir di musim panas tak berdebu
tepian kota tempat berlabuh segala kenangan
seberapa jauh rindu telah menenggelamkanmu?
sejauh cakrawala membentang
sedalam lautan aksara yang tertulis
pada bait dan masa lalu ini
terungkap keniscayaan waktu
tutur katamu dan penjiwaanmu kosong
lantas untuk apa ku lanjutkan hidup?
jika bintang di langit tak lagi nampak
jika senyum indah telah berganti pucat pasi
bawalah aku sayang
bawa kembali ke masa itu
saat kita duduk bersama
menikmati kicauan burung camar
bernyanyi pada seutas dahan tak berdaun
di musim panas …



