Banjarmasin, 05 Februari 2013
Tirai-tirai kehidupan membelenggu segenap kenangan
Kelambu yang dahulu bersih kini nampak kusam
Sayup-sayup burung camar tak lagi terdengar indah
Dedaunan perlahan berjatuhan di terpa angin kesedihan…
Gemericik suara hujan memecah keheningan malam
Merambat jauh hingga memasuki alam penderitaan…
Ini kah akhir dari semua cerita yang telah ku rangkai?
Atau hanya sekedar awalan yang begitu buruk terasa?
Aku terdiam di sudut kesunyian…
Memandangimu dari kejauhan
Senyumanmu masih nampak bercahaya
Walaupun tak dapat lagi menikmatinya
Jalanan ini masih seperti dahulu
Terdapat gedung sekolah dan beberapa warung
Setiap jengkal langkah disini mempunyai banyak cerita
Cerita tentang kebahagiaan dan kegelisahan
Saat aku dan kamu masih menjadi peran utama
Ini bukan tentang air mata
Karena setetes air mata menggambarkan penyesalan
Aku tidak menyesal sama sekali tidak
Aku hanya mencoba melepas genggaman yang dahulu erat
Dan membiarkan kenangan ini menguap secara perlahan
Nampaknya ini semua akan menyatu
Bersatu dengan derasnya hujan
Bersatu dengan pekatnya awan
Dan bersatu dengan desiran angin malam
Entah harus menunggu berapa lama
Menunggu agar bayanganmu pergi
Meninggalkan setiap asa yang terlampau jauh
Setidaknya menghapus sedikit memori ingatan
Yang sebagian bercerita tentang indahnya masa lalu
Atau harus kah mempertahankan ini selamanya?



