Perlahan namun pasti
Berjalan mengitari kenangan
setiap jengkal adalah kesedihan
Terseok mendapati luka kepedihan..
Ini kah air mata?
Mengalir dengan deras..
Membasahi setiap memori ingatan..
Setiap tetesan menggambarkan kepedihan…
Bukankah cinta membawa kebahagiaan?
Membawa setiap insan terbang menelusuri impian..
Namun mengapa yang ada hanya air mata kesedihan?
Puing sisa kasih sayang berserakan..
Bayanganya terlukis jelas pada bingkai kenangan..
Dapatkah cinta bersemi kembali?
Ketika harapan satu persatu lenyap entah kemana..
Ataukah yang ada hanya kesendirian?
Menunggu hingga ajal datang menjemput luka…
Berjalan mengitari kenangan
setiap jengkal adalah kesedihan
Terseok mendapati luka kepedihan..
Ini kah air mata?
Mengalir dengan deras..
Membasahi setiap memori ingatan..
Setiap tetesan menggambarkan kepedihan…
Bukankah cinta membawa kebahagiaan?
Membawa setiap insan terbang menelusuri impian..
Namun mengapa yang ada hanya air mata kesedihan?
Puing sisa kasih sayang berserakan..
Bayanganya terlukis jelas pada bingkai kenangan..
Dapatkah cinta bersemi kembali?
Ketika harapan satu persatu lenyap entah kemana..
Ataukah yang ada hanya kesendirian?
Menunggu hingga ajal datang menjemput luka…



