Jika kesedihan adalah air mata
Jika tangis bahagia adalah senyum
Lantas dimana posisiku?
Ingin rasanya terbang jauh...
Meninggalkan setiap luka yang
ada...
Melupakan setiap jengkal
kesedihan....
Tapi aku terlalu munafik..
Berpura-pura tersenyum,
Padahal hati menangis...
Berpura-pura tertawa,
Padahal hati terluka....
Seakan-akan topeng menyelimuti
Menyembunyikan wajah asliku,
dari sorot kedua bola matamu....
Mencoba berdiri,
Walaupun kedua kaki bergetar....
Terlintas berjuta pertanyaan..
Inikah akhir dari segalanya?
Tertimbun dalam tumpukan kertas
kenangan
Yang akan menjadi debu
penderitaan...
Berterbangan melewati tiang
kehidupan...
Dari kejauhan bayanganmu masih
nampak...
Membias samar-samar dalam cermin
ingatan...
Kenapa harus bayanganmu yang muncul
!
Aku sebenarnya lelah..
Berlari dan terus berlari...
Tanpa arah kemana akan berhenti....
Cukup!
Kau siksa aku perlahan...
Menjadikan aku puing-puing waktu..
Yang mungkin saja akan lenyap........
Ajari aku cara melepaskanmu..
Melepas semua sisa kenangan..
Ajari aku cara tersenyum..
Agar aku dapat tersenyum melihatmu
bahagia
Meski kebahagiaan itu bukan karena
ku...



