saat saat terakhir kali aku melihatmu...
iia melihatmu tersenyum padaku ...
begitu indah .... bahkan aku tak ingin membiarkan
senyumanmu itu sirnaa begitu saja...
lalu, aku menyentuh kakimu...
begitu dingin...
tatapan matamu sayu ...
hampa ...
tak ada satu pun kata terucap..
kembali terngiang ..
saat sehari sebelum kau meninggalkanku
sempat aku marah kepadamu ...
sempat aku mengeluarkan kata kata kasar padamu...
emosii ..
itulah yg aku rasakan pada saaat itu...
dan aku sungguh menyesal
ternyata pagi itu adalah hari terakhir
aku bertemu denganmu...
seandainya saja ..
aku tahu akan hal itu ...
aku gak akan melakukan itu semua ...
maaf ..
hanya itu yg bisa aku ucapkan ..
iia walaupun semuanya terlambat ..
kau pergi ..
sebelum aku sempat meminta maaf akan
semua kesalahanku padamu ...
aku ..
iia aku adalah anak durhaka ..
selalu membangkang ..
selalu tidak patuh akan nasehatmu ..
selalu membuatmu kecewa ...

aku tidak memikirkan
betapa besarnya pengorbananmu
saat kau mengandungku dirahimu ..
saat kau merawatku dari kecil
hingga aku tumbuh besar
saat kau mendidiku
mengajarkanku semua hal
dari cara memakan yg benar
hingga cara memakai pakaian yg pantas
tak terlintas semuanya itu dalam benaku ..
penyesalan..
iia hanya penyesalan yg saat ini aku rasakan
begitu cepat kau meninggalkanku
begitu cepat kau pergi dari sisiku
begitu cepat kau kembali padaNYA..
kau ..
iia kau bunda ..
kau belom melihat aku duduk disebuah pelaminan
dengan pasangan hatiku ..
kau sudah pergi begitu saja ..
kenappaa semuanya begitu cepat berakhir ...
begituu cepat berlalu ..
tak percaya ..
sungguh aku tak percaya ...
kau telah pergi ...
rindu ..
hati ini rindu akanmu ..
rindu belaian tanganmu
rindu disaat kau menemaniku tidur
krna aku takut tidur sendirian ,...
rindu disaat kau memanggil nama kesayanganku ( ayank )
rindu akan kebersamaan kita
saat waktu itu kita pergi bersama kecandi borobudur...
kapaan itu semua bisa terulang kembali ?
ingin rasanya aku kembali ke masa lalu ..
disaat aku masih kecil ..
disaat aku masih ditimang olehmu..
tak mungkin ..
tak mungkin itu dapat terjadi ..
krna waktu terus berjalan maju ...
dan yg telah terjadi tak akan bisa kembali lagi ...
doa ...
hanya doa yg bisa selalu aku hantarkan untukmu ..
menemanimu melangkah dialam sana ...
menemani kesendirianmu ....
disini ..
aku berjanji ...
bahwa aku akan menjadi seseorang yg sukses ,
dan aku akan menunjukan pasanganku nanti ...
dan aku berharap ...
kau dapat melihatku saat presepsi prnikahanku denganya ...
selamat jalan mama ...
semoga kau tenang disana ...
27 April 2007
Search
Antologi Pertama
Karena ini hatiBukan kedai kopiSinggah sejenakKemudian pergi begitu saja..
— Asisten Neptunus (@asisteneptunus) April 14, 2013
Categories
- Ayah (1)
- Buku (2)
- Catatan (44)
- Cerpen (2)
- Cerpen Inspirasi (1)
- Dear Neptunus (2)
- Kesaksian (1)
- Mengapa aku berbeda? (1)
- Puisi (60)
- Untuk Ibu (1)
Archives
Pengikut
Pengunjung
Tentang Penulis
- Asisten Neptunus
- Purworejo, Jawa Tengah, Indonesia
- Karena ini hati Bukan kedai kopi. Singgah sejenak Kemudian pergi begitu saja..


